PROSES
TERJADINYA GUNUNG BERAPI
Karya Tulis
Diajukan
untuk memenuhi tugas akhir dan syarat mengikuti tes semester
Mata
pelajaran Bahasa Indonesia Tahun Pelajaran 2012 / 2013
![]() |
Di susun oleh :
Nama : M. Arif Rahman
No. Absen :
27
Kelas : XI IPS 1
Program :
Ilmu Pengetahuan Sosial
BADAN PELAKSANA PENDIDIKAN
MA’ARIF NU
SUNAN DJA’FAR SHADIQ SEKOLAH
MENENGAH ATAS
SMA
NU AL MA’RUF KUDUS
TERAKREDITASI A
Jl. AKBP. R. Agilkusumadya No. 2 Telp. 438939 Kudus
PENGESAHAN
Karya tulis yang berjudul “Proses Terjadinya Gunung Berapi” ini telah disetujui dan disahkan pada:
Hari :
Tanggal :
Mengetahui,
Kepala SMA NU AL
MA’RUF Pembimbing
Drs. H. Shodiqun, M.Ag. Dewi
Indah, S.Pd
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
- Disiplin adalah jembatan yang kita gunakan untuk menyebarangkan dan memperjuangkan tujuan.
- Tantanglah diri kita untuk melakukan sesuatu yang selama ini kita tidak mampu melakukannya.
- Keahlian bukanlah melakukan sesuatu yang luar biasa, tetapi melakukan hal biasa dengan cara yang luar biasa.
- Tindakan tidak dihasilkan dari pemikiran, tetapi dari kesediaan untuk bertanggung jawab.
PERSEMBAHAN
Karya tulis ini dipersembahkan kepada:
1.
Ayah dan Ibu tercinta
2.
Teman-temanku kelas XI IPS 1
3.
Dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan
karya tulis ini.
KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji
syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT atas segala limpahan Rahmat,
Taufiq, dan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya
tulis ini yang berjudul "Tanaman Kumis Kucing Sebagai Penghancur Batu
Ginjal". Karya tulis ini disusun untuk memenuhi Tugas Semester Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia SMA NU AL MA’RUF Kudus tahun pelajaran 2012/2013.
Dalam
kesempatan ini penulis tidak lupa menyampaikan rasa terima kasih kepada:
1.
Drs. H. Shodiqun, M.Ag. selaku Kepala
SMA NU AL MA’RUF Kudus, yang telah memberikan dukungan dalam penyusunan makalah
ini.
2.
Dewi Indah, S.Pd
selaku pembimbing dalam penulisan karya tulis ini.
3. Semua pihak yang telah membantu penyusunan
karya tulis ini.
Terakhir kalinya penulis hanya bisa
berharap semoga karya tulis ini dapat memberikan banyak manfaat bagi para
pembaca sebagai penambah ilmu pengetahuan dan dapat menambah ketrampilan yang
berguna bagi pembaca.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Kudus, 2013
Penulis
ABSTRAKSI
Gunung adalah tonjolan muka bumi berbentuk runcing yang umumnya terpisah
jauh dari puncak yang lain. Sedangkan gunung berapi merupakan gundukan atau
kerucut yang tersusuun dari batuan beku lelehan atau bahan yang berasal dari
magma. Magma yang keluar menjadi lava kental dan membentuk tepian kerak samudra
baru.
Gunung berapi terbentuk dari proses intrusi dan ekstrusi magma dari
lapisan kulit bumi yang permukaan magma pijarnya keluar membeku dan membentuk
timbunan. Sehingga terbentuknya gunung berapi pada zona penakaran lantai
samudra diluar permukaan kerak benua yang magmanya andesitik.
Gunung berapi yang magmanya anderistik dapat meletus eksplosif yaitu
selain mengeluarkan lava pijar, gunung berapi tersebut dapat meledak dahsyat
dengan menerbangkannya mulai dari bongkah batuan sampai yang berukuran abu.
Adapun bahan yang dikeluarkan dari gunung api tersebut terbagi menjadi tiga
yakni bahan cair, gas dan padat.
Dengan demikian, keluarnya bahan gunung berapi itu mengakibatkan banjir
lahar, banjir lava, dan awan emulsi. Sehingga mengakibatkan adanya pengaruh
gunung berapi yang merugikan misalnya korban jiwa dapat terjadi akibat
menghirup gas beracun, sedangkan pengaruh gunung berapi yang menguntungkan
misalnya abu vulkanik yang dikeluarkan bersifat menyuburkan tanah pertanian.
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL ......................................................................................... i
PENGESAHAN
................................................................................................. ii
MOTTO
DAN PERSEMBAHAN ..................................................................... iii
KATA
PENGANTAR ....................................................................................... iv
ABSTRAKSI
..................................................................................................... v
DAFTAR
ISI ...................................................................................................... vi
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... viii
BAB
I PENDAHULUAN ................................................................................. 1
A.
Latar Belakang Masalah ......................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah ................................................................................... 2
C.
Tujuan Penulisan ..................................................................................... 2
D.
Metode Penulisan ................................................................................... 2
E.
Sistematika Karya Tulis .......................................................................... 2
BAB
II KAJIAN PUSTAKA ............................................................................ 4
A.
Gunung ................................................................................................... 4
B.
Api .......................................................................................................... 4
C.
Gunung Berapi ........................................................................................ 6
BAB
III PEMBAHASAN ................................................................................. 7
A.
Proses Pembentukan Gunung Berapi ...................................................... 7
B.
Macam-Macam Gunung Berapi .............................................................. 9
C.
Bentuk Gunung Berapi ........................................................................... 13
D.
Tanda-Tanda Gunung Berapi Akan Meletus .......................................... 14
E.
Aktivitas Post Vulkanik .......................................................................... 14
F.
Proses Letusan Gunung Berapi ............................................................... 15
G.
Bahan-Bahan Yang Dikeluarkan Gunung Berapi ................................... 17
H.
Akibat Letusan Gunung Berapi .............................................................. 18
I.
Pengaruh Vulkanisme (Gunung Berapi) Terhadap Kehidupan
Manusia.. 18
1. Pengaruh
yang Merugikan Gunung Berapi ....................................... 18
2. Pengaruh
yang Menguntunkan Gunung Berapi ................................ 19
BAB
IV PENUTUP ........................................................................................... 20
A.
Kesimpulan ............................................................................................. 20
B.
Saran ....................................................................................................... 21
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Gunung berapi merupakan gundukan atau kerucut yang
tersusuun dari batuan beku lelehan atau bahan yang berasal dari magma. Proses
keluarnya magma ke permukaan bumi pada umumnya disertai letusan gunung berapi. Kekuatan
magma berasal dari dapur magma yang memiliki daya yang besar, sehingga dapat
menembus lapisan bumi dan mengeluarkan material di permukaan bumi.
Gunung berapi terbentuk dari proses intrusi dan ekstrusi
magma lapisan kulit bumi. Gunung berapi juga terbentuk pada zona penakaran
lantai samudra. Meletusnya gunung berapi merupakan sebab terjadinya gangguan
lempeng tektonik dalam bumi yang berada disekitar gunung berapi tersebut.
Letusan gunung berapi mengakibatkan kawah yang banyak
mengeluarkan uap air dalam jumlah yang sangat besar dan sangat panas degnan
membawa benda-benda seperti abu, lava, kerikil, batuan, pasir dan bahan
lainnya. Benda tersebut telah disemburkan yang terjadi dipuncak gunung berapi.
Letusan gunung berapi memiliki kekuatan yang sangat besar, sehingga gunung
memecah belah. Aliran deras lava encer dari hulu ke hilir menyebabkan
masyarakat sekitar gunung berapi menjadi korban dan dapat mengubur wilayah
sekitar kaki gunung berapi serta menimbulkan kesuburan bagi tanaman yang sangat
diperlukan oleh manusia.
|
B. Rumusan Masalah
Karya tulis yang berjudul “Proses Terjadinya Gunung
Berapi” mengangkat beberapa permasalahan yaitu:
1.
Bagaimana proses terjadinya gunung berapi?
2.
Bagaimana proses meletusnya gunung berapi?
3.
Apa dampak gunung berapi terhadap kehidupan manusia?
C. Tujuan penulisan
Karya tulis yang berjudul “Proses Terjadinya Gunung
Berapi” disusun dengan tujuan :
1. Sebagai syarat
untuk memenuhi tugas semester mata pelajaran bahasa Indonesia tahun pelajaran
2012/2013
2. Untuk memahami
tentang proses terjadinya gunung berapi
3. Untuk memahami
tentang proses meletusnya gunung berapi
4. Sebagai salah satu
sumber acuan bagi penulis berikutnya
D. Metode Penulisan
Karya tulis yang berjudul “proses terjadinya gunung
berapi” menggunakan metode study pustaka
serta menggunakan teknik pengumpulan data sebanyak-banyaknya. Adapun data-data
tersebut penulis peroleh dari buku-buku dan internet guna menambah ilmu
pengetahuan bagi penulis.
E. Sistematika Karya
Tulis
BAB I PENDAHULUAN terdiri dari latar belakang masalah,
rumusan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika karya tulis.
BAB II KAJIAN PUSTAKA terdiri dari pengertian gunung,
pengertian api dan pengertian gunung berapi.
BAB III PROSES TERJADINYA GUNUNG BERAPI terdiri dari proses pembenutukan
gunung berapi, macam-macam gunung berapi, bentuk gunung berapi, tanda-tanda
gunung berapi akan meletus, aktivitas post vulkanik, proses letusan gunung
berapi, bahan-bahan yang dikeluarkan gunung berapi, akibat letusan gunung
berapi, pengaruh vulkanisme (gunung berapi) terhadap kehidupan manusia yang
memiliki dua bagian yaitu pengaruh yang meragukan gunung berapi dan pengaruh
yang menguntungkan gunung berapi
BAB IV PENUTUP terdiri dari kesimpulan dan saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
KAJIAN PUSTAKA
A. Gunung
Relief daratan merupakan tinggi rendahnya bentuk muka bumi
didaratan, diantaranya terdiri atas gunung, pegunungan, dataran tinggi, dataran
rendah, lembah, delta dan pantai.
Gunung adalah tonjolan muka bumi berbentuk runcing yang
umumnya terpisah jauh dari puncak yang lain. Sedangkan pegunungan adalah
rangkaian gunung-gunung yang terdiri dari lipatan muda, seperti Sirkum Pasifik
dan Mediterania.
Selain pengertian diatas, bahwa gunung merupakan tanah
yang menonjol diatas lebih tinggi daripada wilayah disekitarnya yang berbentuk
akibat adanya gerakan lempeng tektonik, gerakan epirogenik atau gerakan
orogenik. Dibandingkan dengan bukit, gunung bentuknya lebih tinggi dan lebih curam
daripada bukit.
Gunung yang paling tertinggi di Indonesia adlaah gunung
puncak jaya di papua dengan ketinggian mencapai 6.030 meter. Gunung berapi yang
tertinggi di Indonesia adalah gunung kerinci di Pulau Sumatera dnegna tinggi
mencapai 3.805 meter. Di pulau jawa gunung yang tertinggi adalah gunung semeru
dengan dengan tinggi 3.675 meter.
B. Api
|
Pengertian api menurut National
Fire Protection Association (NFPA), bahwa api adalah suatu massa zat yang
sedasng berpijar yang dihasilkan dalam proses kimia oksidasi yang berlangsung
dengan cepat dan disertai pelepasan energi atau panas.
Timbulnya api ini sendiri disebabkan oleh adanya sumber
panas yang berasal dari berbagai bentuk energi yang dapat menjadi sumber
penyulutan dalam segitiga api. Contoh
sumber panas yaitu: bunga api listrik dan busur listrik, listrik statis, reaksi
kimia, gesekan (friction), pemadatan (compression), api terbuka (open flame),
pembakaran spontan (spontaneous combustion), petir (lightning), dan sinar
matahari.
Pada dasarnya api sendiri terdiri dari tiga unsure dasar
yang saling terikat satu dengan yang lain disebut sebagai segitiga api (fire
triangle) yaitu panas, oksigen dan bahan baker. Dan dengan ditambahnya reaksi
kimia berantai yang terjadi antara ketiga unsure tersebut maka terjadilah api
yang menyala. Pada proses penyalaan, api mengalami empat tahapan:
1.
Incipien Stage (tahap permulaan)
Tahap ini terlihat adanya asap, lidah api atau panas, yang terbentuk
partikel pembakaran dalam jumlah yang signifikan selama periode tertentu.
2.
Smoldering Stage (tahap membara)
Tahap ini partikel pembakaran bertambah, membentuk asap, masih adanya api
atau panas yang signifikan.
3.
Flame Stage
Tahap ini dimana tercapainya titik nyala dan mulai terbentuk lidah api,
jumlah asap mulai berkurang, sedangkan panas meningkat.
4.
Heat Stage
Tahap terbentuk panas, lidah api, asap dan gas beracun dalam jumlah
besar. Transisi dari flame stage ke heat stage biasanya sangat cepat,
seolah-olah menjadi satu dalam fase sendiri.
C. Gunung Berapi
Gunung berapi disebut juga vulkanisme. Jadi vulkanisme
adalah segala peristiwa yang berhubungan degnan keluarnya magma hingga mencapai
permukaan bumi, baik melalui rekahan dalam kerak bumi maupun dengan melalui
sebuah pipa sentral yang disebut terusan kepundan (diaterma). Dan vulkanisme
merupakan prose pembentukan muka bumi yang berhubungan dengan aktivitas gunung
api. Kekuatan magma berasal dari dapur magma yang memiliki daya yang besar,
sehingga dapat menembus lapisan bumi dan mengeluarkan material di permukaan
bumi.
Hal initerjadi pada batuan yang sangat kuat sehingga magma
tidak mampu menembus lapisan bumi. Jika lapisan bumi mengalami pengangkatan
akibat dorongan magma, maka akan terbentuk kubah (dome). Kubah yang lebih
tinggi dari daerah sekitarnya disebut pegunungan kubah (dome mountains).
Pegunungan patahan (block mountains) terjadi jika kulit
bumi yang mengalami patah, diikuti dengan dislokasi (perubahan posisi) dan
pengangkatan. Pengangkatan lipatan (folded mountains) terjadi jika batuan
endapan mengalami tekanan menjadi suatu lipatan. Pegunungan kompleks terjadi
jika ada kombinasi dari beberapa peristiwa baik patahan maupun lipatan.
Jadi berdasarkan uraian diatas, dapat disimpulkan bahwa
gunung berapi adalah gundukan atau kerucut yang tersusun dari batuan baku
lelehan atau bahan yang berasal dari magma. Proses keluarnya magma kepermukaan
bumi pada umumy disertai letusan gunung berapi.
PROSES TERJADINYA GUNUNG BERAPI
A. Proses Pembentukna
Gunung Berapi
Gunung berapi terbentuk dari proses intrusi dan ekstrusi
magma dari lapisan kulit bumi. Selanjutnya permukaan magma pijar yang keluar
membeku dan membentuk timbunan. Gunung berapi terbentuk pada zona pemekaran
lantai samudra. Pada zona ini, gunung berapi muncul dan tersebar berderet
disepanjang puncak pegunungan-pegunungan yang mempunyai system rekahan pada
kerak samudra tempat keluarnya magma dari astenosfer yang bersifat basaltis.
Magma yang keluar menjadi lava bantal dan membentuk tepian kerak samudra baru.
Gunung berapi juga dapat muncul pada zona penunjaman atau
subduksi. Diantaranya gunung api dapat terbentuk bila kerak samudra menunjam
kebawah menuju kerak benua. Pada kedalaman tertentu, kerak samudra tersebut
meleleh menjadi magma dan naik keatas menembus kerak benua. Kerak benua yang
dilalui oleh magma yang bersifat basaltic dari kerak samudra ikut meleleh
sehingga terjadi percampuran komposisi menjadi magma yang anderistik yang
akhirnya keluar di permukaan kerak benua menjadi gunun berapi.
|
Gunung berapi yang magmanya anderistik dapat meletus eksplosif, yaitu
selain mengeluarkan lava pijar, gunung berapi tersebut dapat meledak dahsyat
dengan menerbangkannya mulai dari bongkah batuan sampai yang berukuran abu.
Apabila erupsi sering terjadi di permukaan, magma akan membentuk
lapisan-lapisan timbunan yang menambah tinggi gunung. Magma merupakan batuan
cair pijar didalam kulit bumi yang terjadi atas mineral dan gas yang larut
didalamnya dengan temperature tinggi. Adapun pembagian magma yaitu:
1.
Instrusi magma
Aktifitas magma sebelum mencapai pada permukaan bumi yang menghasilkan
berbagai bentuk sebagai berikut:
a.
Batholit adalah magma yang membeku didalam dapur magma
b.
Lakolit adalah batuan beku yang terbentuk dari resapan
magma dan membeku diantara dua lapisan batuan yang terbentuk seperti lensa
cembung
c.
Sill atau keeping intrusi adalah batuan beku yang
terbentuk diantara dua lapisan batuan dengan bentuk pipih dan melebar.
d.
Gang atau korok adalah batuan beku yang pipih dan melebar,
sebagai hasil intrusi magma yang memotong lapisan batuan dengan arah tegak atau
miring
e.
Apofisia adalah batuan beku yang terbenuk di cabang-cabang
gang sehingga ukurannya relative kecil.
2.
Ekstrusi magma
Ekstrusi magma adalah gerakan atau aliran magma yang mencapai permukaan
bumi, baik melalui terusan kepundan maupun celah-celah dan retakan-retakan.
3.
Erupsi
Berdasarkan bentuk lubang keluarnya magma, erupsi dibedakan menjadi tiga
macam yaitu:
1.
Erupsi Linear
Keluarnya magma lewat rekahan yang memanjang sehinga
membentuk deretan gunung api, sedang hasil erupsi semacam ini adalah cair.
2.
Erupsi Areal
Akibat letak magma dekat dengan permukaan bumi, maka
permukaan bumi terbakar dan magma meleleh ke permukaan bumi tersebut.
3.
Erupsi Sentral
Peristiwa keluarnya magma ke permukaan kulit bumi melalui
terusan kepundan sehingga membentuk gunung api yang terpisah-pisah. Erupsi
sentral dibedakan menjadi tiga macam yakni:
1)
Erupsi effusive, sebagian besar hasilnya adalah lava cair
yang membentuk tameng, sehingga disebut gunung api tameng atau perisai.
2)
Erupsi eksplosif, sebagian besar hasilnya adalah
bahan-bahan lepas.
3)
Erupsi campuran atau mixed adalah sebuah erupsi eksplosif
yang diselingi (bergantian) dengan erupsi effusive. Sebagian besar hasilnya
berupa bahan-bahan lepas dan lava cair.
B. Macam-Macam Gunung
Berapi
1.
Letusan Hawaii
Secara umum letusan jenis ini tidak terlalu eksplosif juga tidak terlalu
merusak. Letusan ini memancarkan terlalu banyak material piroklastik keudara
melainkan elbih banyak material mengeluarkan lava yang tidak terlalu kental
dengan kandungan gas rendah. Lava air mancur berwarna oranye terang yang
memancar setinggi ratusan meter keudara, terjadi sesaat bisa juga beberapa jam.
Alirannya mengalir secra teratur dari satu lubang kemudian membentuk danau atau
kolam lava pada kawah atau cekungan lainnya.
Lava mengalir dan memancar dari air mancur api dapat merusak tanaman dan
pepohonan disekitarnya, gerakan cukup lamban sehingga penduduk sekitar untuk
jenis letusan ini dijumpai pada pegunungan berapi di kepulauan Hawaii.
2.
Letusan Stromboli
Letusan ini secara umum tidak menghasilkan aliran lava namun sebagian
lava mengalir akan menyertai proses letusan. Letusan ini telah mengeluarkan
sejumlah kecil api tepra.
Jenis letusan ini tidak terlalu berbahaya dan cukup menarik perhatian.
Letusan ini mengeluarkan sejumlah lava kecil yang menjulang tinggi 15 hingga 90
meter ke udara, dengan letupan-letupan pendek. Lava kental sehingga tekanan gas
harus terlebih dahulu meningkat sebelum mendesak material-material yang terbang
keudara. Ledakan strombolian dapat menimbulkan bunyi dentuman seperti suara bom
namun letusannya relative kecil.
3.
Letusan Vulkano
Kebanakan gunung berapi letusannya mengeluarkan bahan-bahan padat dan
cair. Bahan-bahan padat (misalnya: bom, abu, dan lapili) keluar dengan
dilemparkan, sedang bahan-bahan yang berupa zat cair (lava), keluarnya dengan
dimuntahkan.
Gunung berapi letusan vulkano dibagi menjadi dua, yaitu:
1.
Letusan vulkano kuat adalah gunung berapi yang letusannya
banyak mengeluarkan bahan padat yang dilemparkan, hingga mencapai ketinggian
tertentu dan dengan jarak yang cukup jauh, serta bahan cair yang dimuntahkan
pun cukup banyak. Hal ini dikarenakan adanya tekanan gas yang sangat kuat serta
letak dapur magma yang cukup dalam.
2.
Letusan vulkano lemah
4.
Letusan Hidrovulkanik
Letusan gunung berapi terjadi didekat samudra, awan mendung atau wilayah
lembab lainnya, interaksi antara magma dan air dapat menciptakan gumpalan asap
yang unik. Dalam proses ini magma yang panas memanaskan air hingga terjadi uap.
Perubahan bentuk yang cepat dari air ke uap dapat menyebabkan ledakan
dalam partikel-partikel air yang dapat memecahkan material piroklastik dan
selanjutnya menciptakan debu api. Letusan ini dapat melelehkan salju dalam
skala besar sehingga mengakibatkan terjadinya banjir banding dan tanah longsor.
5.
Letusan Perret
Cirri utama gunung berapi ini memiliki gas yang sangat tinggi dan dapur
magma yang sangat dalam sehingga letusannya disertai material yang menyembur
menjulang tinggi ke angkasa, serta dihiasi awan bunga kol diujungnya.
Letusan perret termasuk yang sangat merusak karena ledakanny sangat
dahsyat. Letusan gunung tipe perret sangat hebat sehingga puncak gunung tipe
tersebut tenggelam atau dinding kawahnya merosot yang kemudian membentuk
kaldera. Letusan krakatau pada tahun 1883 merupakan tipe perret yang letusannya
paling kuat dengan fase gas setinggi 50 km.
6.
Letusan Rekahan
Letusan rekahan terjadi apabila magma mengalir keatas melalui celah-celah
diatanah dan bocor keluar ke permukaan. Hal ini seringkali terjadi pada lokasi dimana
pergeseran lempeng menimbulkan retakan besar di penampung bumi. Dan menciptakan
landasan gunung berapi ini dengan sebuah lubang dibagian tengahnya.
Letusan ini dapat mengeluarkan lava yang sangat berat meskipun lavanya
sendiri bergerak dengan sangat lamban.
Letusan ini juga ditandai dengan adanya tirai api, dimana tirai api ini
dapat memuntahkan lava keatas permukaan tanah.
7.
Letusan Pelee
Letusan ini biasanya dipuncak gunung berapi terdapat sumbat dan kawah
yang bentuknya seperti jarum. Dengan adanya sumbatan kawah tersebut maka
tekanan gas menjadi bertambah besar dan jika sumbat kawah tidak kuat maka
terjadilah letusan yang cukup besar.
8.
Letusan SInt Vincent
Letusan gunung berapi ini adalah letusan gunung berapi yang mempunyai
danau kawah. Jika terjadi letusan, maka air danau pada kawah ikut tumpah
bersama-sama dengan lava yang masih panas. Contoh:
Letusan gunung Sint Vincent pada tahun 1902 dan Gunung Kelud tahun 1919
9.
Letusan Merapi
Gunung berapi letusan merapi kebanyakan mengeluarkan lava
kental, sehingga menyumbat mulut kawah. Dengan adanya sumbatan tersebut,
tekanan-tekanan gas menjadi bertambah berat sehingga sumbatan dapat
terpecah-pecah dan terangkat keatas hingga akhirnya terlempat keluar dan
menuruni lereng gunung sebagai ladu (gloedlowine), bahkan ada yang menjadi awan
panas (gloedwolk).
Dengan demikian gunung berapi letusan merapi sangat
berbahaya bagi kehidupan penduduk disekitarnya.
C. Bentuk Gunung
Berapi
Pembentukan gunung berapi dipengaruhi oleh padat atau
cairnya magma. Menurut bentuk kerucutnya, gunung berapi di bagi menjadi tiga
tipe yaitu:
1.
Gunung Berapi Bentuk Kerucut
Bentuk kerucut biasanya ditemukan pada gunung berapi yang masih aktif.
Bentuk gunung berapi kerucut disebut juga gunung berapi bentuk strato.
Gunung berapi bentuk kerucut terjadi karena material yang dikeluarkan
melalui lubang kepundan pada saat meletus bentuknya kental dengan letusan kuat,
sehingga magma akan terlempar kelereng-lereng gunung.
Jadi, terbentuknya gunung berapi bentuk kerucut dipengaruhi oleh letusan
lemah yang terjadi berulang-ulang, sehingga magma membentuk kerucut dan
terlihat berlapis-lapis. Contoh gunung berapi bentuk kerucut adalah Gunung
Merapi di perbatasan antara Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyiakarta.
2.
Gunung Berapi Bentuk Prisma
Gunung berapi berbentuk prisma disebut juga gunung berapi bentuk perisai.
Cirri gunung berapi berbentuk prisma adalah mempunyai puncak yang lebar atau
berpuncak rata.
Gunung berapi bentuk prisma mempunyai lereng dengan tingkat kemiringan
antara 1º-10 º. Contoh gunung berapi bentuk prisma adalah gunung berapi di
Kepulauan Hawaii.
3.
Gunung Berapi Bentuk Corong
Gunung berapi benuk corong disebut juga Gunung berapi bentuk maar. Cirri
Gunung berapi bentuk corong adalah memiliki puncak yang lubang kepundannya
lebar, berbentuk corong, dan dikelilingi dinding yang terjal. Gunung berapi
bentuk corong terjadi karena yang sangat kuat dan terjadi hanya satu kali.
Proses terjadinya gunung berapi corong yaitu pada saat gunung meletus
bagian puncak gunung terlempar dan membuat lubang kepundan berbentuk corong
yang besar. Contoh gunung berapi bentuk corong adalah Gunung Lamongan di Jawa
Timur.
D. Tanda-Tanda Gunung
Berapi Akan Meletus
Di Indonesia memiliki beberapa Gunung berapi yang aktif
yang dapat meletus secara tiba-tiba, karena adanya gangguan lempeng tektonik
disekitar gunung berapi tersebut. Untuk menghindari adanya korban akibat
letusan gunung berapi tersebut. Kita perlu waspada dan hati-hati apabila akan
terjadinya Gunung berapi yang meletus itu, untuk baiknya kita perlu mengetahui
tanda-tandanya Gunung berapi yang akan meletus, diantaranya sebagai berikut:
1.
Sering terjadi gempa vulkanik didaerah sekitarnya
2.
Banyak binatang yang turun dan berpindah
3.
Sering terdengar suara gemuruh
4.
Banyak sumber air yang mengering
5.
Terjadi kenaikan temperature didaerah sekitar kawah.
E. Aktivitas Post
Vulkanik
Gunung berapi yang sudah kurang aktif, memiliki
tanda-tanda yang disebut aktivitas post vulkanik atau gejala pasca vulkanik.
Gejala post vulkanik tersebut berupa keluarnya beberapa jenis gas dan gejala
lain seperti:
Gas asam arang (CO² dan CO) yang disebut mofet. Gas ini
berbahaya sebab dapat menyebabkan mati lemas bagi yang menghirupnya. Contoh:
kawah Timbang dan Nila di Dieng (Jawa Tengah), kawah Tangkuban Perahu, Kawah
Papandayan dan Kawah Ijen (Jawa Barat).
Gas belerang, disebut Sulfatara. Contoh: Dieng (Jawa
Tengah), Tangkuban Perahu (Jawab Barat), Rinjani (NTB) dan Minahasa (Sulawesi
Utara).
Gas uap yang berisi fumarol, sulfatara, mofet dan sumber
air panas atau sumber air mendidih.
Mata air panas bahwa air terletak didekat dapur magma
tentu keluar menjadi air panas. Contoh: Cimelati (Jawa Barat)
Mata air madani bahwa air panas yang mengandung mineral
seperti belerang. Contoh: Batu Raden, Ciater, Maribaya (Jawa Barat), Lourdes
(Prancis) dan Minahasa (Sulawesi Utara)
Geyser bahwa mata air panas yang memancarkan atau
mengeluarkan air keudara secara berkala dengan periode interval waktu tertentu.
Contoh: Geyser Waimangu (Selandia Baru) dan Geyser Cilosok (Jawa Barat).
F. Proses Letusan
Gunung Berapi
Meletusnya Gunung berapi diawali dengan kondisi panas
didalam bumi yang telah melebihi ambang batasnya. Sehingga dari kawah keluar
uap air dalam jumlah yang sangat besar dan sangat panas dengan membawa
benda-benda seperti abu, lava, kerikil, batuan, pasir dan bahan-bahan lainnya.
Tanah berguncang dengan sangat dahsyat dan terjadi suara
gemuruh sekali. Hingga jalur gas dan benda-benda padat yang keluar banyak dari
puncak gunung berapi secara tegak lurus dengan menyembur yang sangat tinggi
keatas kembali kebawah kemudian keatas dan seterusnya secara berulang-ulang.
Adanya magma yang mencapai bagian luar kerak bumi dan
akhirnya mencari jalannya kepermukaan bum yang lewat celah-celah retakan kerak.
Bahan cair terlembar keatas adanya kekuatan eksplosi dari dalam bumi. Dan
apabila bahan tersebut tidak keluar dari kawah maka celah-celah dalam bentuk
lava yang lebih encer.
Gesekan benda-bendsa tersebut keluar dari celah-celah yang
menyebabkan terjadinya listrik statis. Listrik statis berupa petir yang kian
kemari terdengar suara gemuruh dari petir tersebut.
Semburan timbul karena disoroti oleh lava yang berpijar
dalam kawah, sehingga lava pijar itu terlihat tampak menyala seperti sinar yang
memancar ke luar permukaan bumi. Semburan yang keluar kawah begitu padat dan
raptnya menghalangi dari sinar atau cahaya matahari. Sehingga Gunung berapi itu
terlihat gelap baik didaerah sekitarnya.
Kondensasi uap air yang naik tinggi menimbulkan awan
terisi air sehingga terjadi hujan air. Hujan air yang lebat disebabkan oleh
kondensasi udara yang lembab yang ditarik keatas oleh gerakan udara keatas.
Sehingga gerakan dari udara itu terjadi kemuntahan gas di puncak Gunung berapi.
Ketika hujan lebat, sungai dan Lumpur serta lava yang
sangat panass dan encer itu akan mengalir dengan aliran yang deras dari hulu
gunung berapi sampai ke hilir Gunung berapi. Aliran yang deras itu dapat
mengubur wilayah disekitar kaki Gunung berapi dan juga menimbulkan kesuburan
bagi tanaman yang sangat diperlukan oleh manusia.
G. Bahan-Bahan Yang
Dikeluarkan Gunung Berapi
Bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi dapat
dikelompokkan menjadi tiga golongan, yakni sebagai berikut:
a.
Bahan-Bahan Cair
Bahan cair ini terjadi jika lava bersifat cair, posisi puncak kepundan
tidak terdapat sumbatan, dan erupsi secara effusive. Bahan cair dapat dibedakan
menjadi:
a)
Lava adalah magma yang meleleh dipermukaan bumi
b)
Lahar panas, lava panas yang bercampur dengan air dan
merupakan Lumpur panas yang mengalir.
c)
Lahar dingin, terjadi karena efflata porus di puncak
Gunung berapi menjadi Lumpur pada waktu hujan lebat dan mengalir pada lereng
dan lembah-lembah.
b.
Bahan-Bahan Gas atau Ekshalasi
Gas yang dikeluarkan gunung berapi berupa:
a)
Gas belerang (HS) yang disebut sulfatara
b)
Gas uap air (HO, N) yang disebut fumarol
c)
Gas asam arang yang disebut mofet.
d)
Uap air (H²O)
e)
Karbondioksida (CO²)
f)
Sulfur dioksida (SO²)
g)
Klorin (CI) dan Florin (F)
c.
Bahan-Bahan Padat (Efflata)
Menurut ukuran besarnya, efflata dibagi menjadi berikut:
a)
Bom, merupakan batu-batuan besar
b)
Lapili, ukuran sebesar kerikil
c)
Pasir
d)
Abu atau Debu
e)
Lumpur padat
H. Akibat Letusan
Gunung Berapi
Akibat meletusnya gunung berapi ditentukan dari kerugian
dan keuntungan yang dapat diketahui oleh manusia. Untuk itu diantara akibat
meletusnya gunung berapi secara umum
adalah sebagai berikut:
1.
Banjir Lahar
Banjir lahar dibedakan menjadi dua yaitu sebagai berikut:
a)
Lahar panas merupakan aliran panas dengan Lumpur yang
terjadi karena hujan yang dimuntahkan dari kepundan.
b)
Lahar dingin merupakan aliran air dengan Lumpur yang
terjadi karena hujan lebat setelah gunung berapi meletus.
Dari kedua lahar tersebut akan mengakibatkan rusaknya
tanah pertanian sebab tanah bisa tertimbun dan tanah yang subur tertutup
formasinya.
2.
Banjir Lava
Lava dengan temperature yang tinggi mengalir dari puncak gunung sehingga
apa saja yang dilakukan menjadi hancur dengan mengakibatkan banjir lava.
3.
Awan Emulsi
Awan emulsi merupakan awan yang panas sekali, sehingga mengakibatkan awan
yang sangat panas dengan membahayakan warga sekitarnya.
I. Pengaruh
Vulkanisme (Gunung Berapi) Terhadap Kehidupan Manusia
1. Pengaruh Gunung
Berapi yang Merugikan
a) Korban jiwa dapat
terjadi akibat menghirup gas beracun.
b)
Abu vulkanis di udara dari letusan gunung berapi dapat
mengganggu penerbangan.
c)
Letusan gunung berapi yang terjadi di laut (missal: Gunung
Krakatau di Selat Sunda), dapat menyebabkan terjadinya gelombang pasang yang
mengakibatkan rusaknya daerah pantai.
d)
Bila gunung berapi yang meletus itu terletak dibawah
permukaan air laut, maka pada waktu terjadi letusan dapat menyebabkan
terjadinya gelombang tsunami.
e)
Gunung berapi yagn tinggi dan berderet dapat membentuk
daerah bayangan hujan.
f)
Gunung berapi pada waktu meletus mengeluarkan lava pijar
dapat menghanguskan apa saja yang dilaluinya, baik manusia, hewan dan tumbuhan.
g)
Pada waktu terjadi letusan, kemungkinan terjadi banyak
korban.
2. Pengaruh Gunung
Berapi yang Menguntunkan
a)
Abu Vulkanik yang dikeluarkan bersifat menyuburkan tanah
pertanian.
b)
Gejala post vulkanik menjadi obyek wisata yang menarik
c)
Daerah disekitar gunung berapi biasanya berupa hujan yang
lebat.
d)
Daerah disekitar gunung berapi yang tinggi merupakan
daerah penangkap hujan.
e)
Bahan-bahan galian, misalnya: belerang, besi, emas, perak
dan sebagainya biasanya terletak dekat vulkan.
f)
Bahan-bahan bangunan, misalnya pasir, batu, dan batu apung
banyak dihasilkan di daerah vulkan.
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun penulis telah memberikan kesimpulan sebagai
berikut:
1.
Proses terbentuknya gunung berapi dimulai dari kekuatan
magma didalam bumi sehingga dapat menembus lapisan dan mengeluarkan material di
permukaan bumi.
2.
Macam-macam gunung berapi meliputi Letusan Hawai, Letusan
Stromboli, Letusan Vulkano, Letusan Hidrovulkanik, Letusan Perret, Letusan
Rekahan, Letusan Pelee, Letusan Sint Vincent, Dan Letusan Merapi.
3.
Bentuk gunung berapi meliputi Kerucut, Prisma, dan Corong.
4.
Salah satu tanda gunung berapi akan meletus adalah sering
terjadi gempa vulkanik didaerah sekitarnya.
5.
Gejala post vulkanik terdiri dsari gas asam arang, gas
belerang, gas uap air, ekshalasi, mata air panas, mata air madani dan geyser.
6.
Gunung berapi meletus karena kondisi panas didalam bumi
yang melebihi ambang batas yang dikeluarkan meliputi bahan cair, gas dan padat.
7.
Pengaruh gunung berapi yang merugikan dan yang
menguntungkan terhadap kehidupan manusia.
|
B. Saran
Adapun penulis telah memberikan saran adalah sebagai
berikut:
1.
Dapat menjaga dan memanfaatkan kelestarian lingkungan alam
dengan penghijauan.
2.
Dapat menambah tanaman-tanaman hijau dengan cara ditanami
pepohonan
3.
Membuat terasering dan sengkedan didaerah pegunungan
4.
Menghindari jauh dari gunung berapi yang meletus.
Sarimo, Eko. 2006. LKS Geografi X Semester Genap.
Surakarta: CV Citra Pustaka
Tranggono, Bambang dan Arifah. 2004. LKS Geografi VII
Semester Gasal. Klaten : CV Gema Nusa.
Koesoemadinata. Geomagz. 2011. Jakarta. Gramedia
Bahari, Hamid. Ensiklopedi Gunung Berapi Sedunia. 2009. Jakarta. Gramedia

Wynn Las Vegas Casino - JamBase
BalasHapusInformation and Reviews 서산 출장샵 about Wynn Las Vegas Casino, 광명 출장샵 including Realtime Reviews, 서산 출장샵 Games, Special 태백 출장마사지 Thanks 고양 출장안마 and Promotions. Rating: 4.4 · 12,047 reviews